KEPULAUANSERIBU.WAHANANEWS.CO — Ketika berada di pantai, memahami jenis-jenis gelombang bisa membantu meningkatkan keselamatan dan pengalaman bermain air.
Berikut adalah lima jenis gelombang yang sering ditemukan di pantai:
Baca Juga:
Hingga 20 Januari 2024, BMKG Imbau Warga Waspadai Tinggi Gelombang 4 Meter di Sulut
1. Gelombang Pecah (Breaking Waves)
Gelombang ini terbentuk ketika ombak mencapai perairan dangkal, menyebabkan puncaknya jatuh ke depan. Ada tiga jenis utama gelombang pecah:
- Spilling wave: Ombak yang pecah secara perlahan, cocok untuk peselancar pemula.
- Plunging wave: Ombak yang jatuh dengan keras, sering terlihat di pantai berpasir curam.
- Surging wave: Ombak yang tidak benar-benar pecah tetapi menyapu pantai dengan kuat.
2. Gelombang Pasang (Tidal Waves)
Baca Juga:
BMKG Minta Nelayan Bali Waspadai Potensi Gelombang Tinggi 3,5 Meter di Perairan Nusa Dua
Gelombang ini dipengaruhi oleh gravitasi bulan dan matahari, menyebabkan naik turunnya permukaan laut secara berkala. Gelombang pasang bisa membuat area pantai lebih luas atau sempit tergantung siklusnya.
3. Gelombang Tsunami
Gelombang besar yang disebabkan oleh gempa bumi, letusan gunung berapi, atau longsoran bawah laut. Berbeda dari gelombang biasa, tsunami memiliki panjang gelombang yang sangat panjang dan kecepatan tinggi, sehingga bisa menyebabkan dampak besar ketika mencapai daratan.